pengusaha harus pandai
membaca keinginan dan kebutuhan konsumennya melalui berbagai cara, antara lain,
mampu menciptakan produk sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen secara
tepatwaktu, mampu mengkomunikasikan keberadaan dan kelebihan produk dibandingkan
produk lainnya dari pesaing., dan mampu menarik minat dan merayu konsumen untuk
terus membeli dan mengonsumsi produk yang ditawarkan melalui berbagai strategi.
Para
wirausahawan harus memiliki kompetensi yang menonjol yang bisa membedakannya
dengan orang lain. Setelah memiliki kompetensi, wirausahawan harus menyusun
strategi-strategi untuk menjalankan bisnisnya. Ketika kompetensi yang dimiliki
bersinergi baik dengan strategi yang dijalankan kedepan .
KOMPETENSI INTI
KEWIRAUSAHAAN
Meskipun dalam manajemen perusahaan
modern seperti sekarang ini telah terjadi pergeseran strategi, yaitu dari
strategi memaksimalkan keuntungan pemegang saham (mencari laba perusahaan)
menjadi memaksimalkan keuntungan bagi semua yang berkepentingan dalam perusahaan
(stakeholder), akan tetapi konsep laba tidak bisa dikesampingkan karena
merupakan alat yang penting bagi perusahaan untuk menciptakan manfaat bagi para
pemilik kepentingan investasi.
Menurut Albert Widjaja (1993), laba perusahaan
masih merupakan tujuan yang kritis bagi perusahaan dan menjadi ukuran
keberhasilan, tetapi bukan tujuan akhir dari suatu perusahaan. Perusahaan bisa
memperoleh keuntungan bila :
a. Memiliki keunggulan yang unik
b. Tercipta dari penemuan yang dilakukan
para wirausaha
c. Dihasilkan dari proses kreatif yang
dinamis
.2.1.
P STRATEGI BERSAING DALAM
KEWIRAUSAHAAN
pengertian
Strategi
Menurut Oxford Pocked Dictionary,
strategi merupakan seni perang, khususnya perencanaan gerakan pasukan, kapal dan
sebagainya menuju posisi yang layak, rencana tindakan atau kebajikan dalam
bisnis atau politik dan sebainya.
Menurut Alfred Chandler (1962), strategi merupakan penetapan sasaran dan tujuan jangka
panjang sebuah perusahaan, dan arah tindakan serta alokasi sumber daya yang
diperlukan untuk me Dalam manajeman
strategi yang baru, Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan
strategi, yaitu:
1.
Strategi adalah Perencanaan (Plan)
Konsep
strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah
perusahaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Akan tetapi, tidak
selamanya strategi adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan.
2. Strategi adalah Pola (Patern)
Menurut
Mintzberg, srtattegi adalah pola (strategy is patern), yang selanjutnya disebut
sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa
depan.
3. Strategi adalah Posisi (Position)
Strategi
adalah posisi Yaitu memposisikan produk
tertentu ke pasar tertentuyang dituju. Strategi sebagai posisi menurut
Mintzberg cenderung melihat ke bawah, yaitu ke suatu titik bidik di mana produk
tertentu bertemu dengan pelanggan, dan melihat ke luar yaitu meninjau berbagai
aspek lingkungan eksternal.
4.
Strategi adalah Perspektif (Perspektif)
Jika
dalam arti Pola dan Posisi cenderung melihat ke bawah dan ke luar, maka
sebaliknya dalam Perspektif cenderung lebih melihat ke dalam yaitu ke dalam
organisasi, dan ke atas yaitu melihat grand vision dari perusahaan.
5.
Strategi adalah Permainan (Play)
Dalan
arti ini, strategi adalah suatu manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau
pesaing. Suatu merek misalnya meluncurkan merek kedua agar posisinya tetap
kukuh dan tidak tersentuh, karena merek-merek pesaing akan sibuk berperang
melawan merek kedua tadi.ncapai sasaran dan tujuan itu.takan daya saing khusus
Teori-Teori
Strategi
Teori Strategi Generik dan Keunggulan Bersaing
Michael P. Porter (1997 dan 1998)
mengungkapkan beberapa strategi yang dapat
digunakan perusahaan untuk dapat bersaing, yaitu:
1.
Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. Hal ini berarti bahwa
keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahan untuk dapat
bersaing. Strategi bersaing dimaksudkan untuk mempertahankan tingkat keuntungan
dan posisi yang langgeng ketika menghadapi persaingan.
2. Keunggulan bersaing berkembang dari nilai
yang mampu diciptakan oleh perusahaan bagi pelanggan atau pembeli.
3.
Dua jenis dasar keunggulan bersaing, yaitu biaya rendah dan diferensiasi. Semua
keunggulan bersaing ini berasal dari struktur industri.
4. Kedua jenis dasar keunggulan bersaing di
atas menghasilkan tiga strategi generik (Porter, 1997: 11-13), yaitu:
a. Biaya rendah
b. Diferensiasi
c. Fokus
Menurut
Grant (1991) yang dikutip oleh Albert Wijaya (1994), terdapat beberapa langkah
yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi berbasis sumber daya,
diantaranya:
Mengidentifikasi
dan mengklasifikasi sumber daya. Sumber daya tersebut berupa :
a. Teknologi
b. Kapabilitas karyawan
c. Paten dan merek
d. Kemampuan keuangan
e. Kecanggihan pemasaran
f. Pelayanan pelanggan
Sumber
daya tersebut diklasifikasikan menjadi:
a. Sumber daya finansial
b. Sumber daya fisik
c. Sumber daya manusia
d. Sumber daya teknologi
e. Sumber daya reputasi organisasi
Lima Kekuatan Kompetitif Porter
Pendekatan
Porter didasarkan atas analisis 5 kekuatan persaingan. Tekanan persaingan
mencakup:
1.Ancaman
Pendatang Baru, perusahaan yang memasuki industri yang membawa kapasitas baru
dan ingin memperoleh pangsa pasar yang baik dan laba, akan tetapi semua itu
sangat tergantung kepada rintangan atau kendala yang mengitarinya.
2.Daya
Tawar Menawar Pemasok, pemasok dapat juga menjadi ancaman dalam suatu industri
sebab pemasok dapat menaikkan harga produk yang dijual atau mengurangi kualitas
produk.
3.Daya
Tawar Menawar Pembeli, pembeli akan selalu berusaha mendapat produk dengan
kualitas baik dan dengan harga yang murah..
4.Daya
Tawar Produk Pengganti, produk pengganti secara fungsional mempunyai manfaat
yang serupa dengan produk utama (asli), namun memiliki kualitas produk dan
harga yang lebih rendah
5.Persaingan
Antar Pesaing, persaingan konvensional selalu berusaha sekeras mungkin untuk
merebut pangsa pasar perusahaan lain. Konsumen merupakan objek persaingan dari
perusahaan yang sejenis yang bermain di pasar.
Menurut
teori strategi dinamis dari Porter (1991), suatu perusahaan dapat mencapai
keberhasilan bila tiga kondisi dipenuhi, yaitu:
1. Pertama,
tujuan perusahaan dan kebijakan fungsi-fungsi manajemen (seperti produksi dan
pemasaran) harus secara kolektif memperlihatkan posisi terkuat di pasar.
2. tujuan
dan kebijakan tersebut ditumbuhkan berdasarkan kekuatan perusahaan, serta
diperbaharui terus (dinamis) sesuai dengan perubahan peluang dan ancaman
lingkungan eksternal.
3. Ketiga,
perusahaan harus memiliki dan menggali kompetensi khusus sebagai pendorong
untuk menjalankan perusahaan, misalnya dengan “reputasi merek” dan biaya
produksi yang rendah. Bila kompetensi khusus ini tidak diubah, maka tingkat
keuntungan perusahaan bisa menurun.
Gery
Hamel dan C.K. Parahalad dalam karyanya “Competing for The Future” (1994),
mengemukakan beberapa definisi kompetensi inti (core competency) sebagai
berikut:
1. Kompetensi
inti menggambarkan kemampuan kepemimpinan dalam serangkaian produk atau jasa.
2. Kompetensi
adalah sekumpulan keterampilan dan teknologi yang dimiliki perusahaan untuk
dapat bersaing.
3. Kompetensi
inti adalah keterampilan yang memungkinkan perusahaan memberikan manfaat
fundamental kepada pelanggan.
4. Sumber-sumber
kompetensi secara kompetitif merupakan suatu keunikan bersaing dan memberikan
konstribusi terhadap nilai dan biaya konsumen
Untuk
menjadi seorang wirausaha ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi antara
lain :
a. mandiri
b. Mampu memecahkan masalah dalam amengambil
keputusan
c. Memiliki keberanian mengambil resiko
d. Mempunyai keingan yang kuat untuk
belajar, dan bertindak inovatif kreatif
e. Bekerja keras, tekun dan teliti dan
tidak pernah merasa puas
f. Mampu menghasilkan karya baru yang
berlandaskan etika bisnis yang sehat.
STRATEGI
BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN
Dalam
konsep strategi pemasaran terdapat istilah bauran pemasaran (marketing mix)
yang dikenal dengan 4P, yaitu:
1) Product (barang dan jasa)
2) Price (harga)
3) Place (tempat)
4) Promotion (promosi)
Dalam
kewirausahaan, 4P tersebut ditambahkan satu P, yaitu Probe (penelitian dan
pengembangan) sehingga menjadi 5P. Dalam riset pemasaran, Probe selalu
ditambahkan di awal sehingga urutan bauran pemasaran menjadi:
1) Probe (penelitian dan
pengembangan)
2) Product (barang dan jasa)
3) Price (harga)
4) Place (tempat)
5) Promotion (promosi)
http://combackcampus.blogspot.com/2012/05/kwirausahaan-kompetisi-inti-dan-daya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar