Selasa, 17 November 2015

tugas sofkil difisi pemasaran

Dalam mata rantai produksi dan distribusi komoditas, pemasaran menjadi sebuah konsep penting yang hendaknya diletakkan dalam derajat pemaknaan yang berbeda, dibandingkan dengan konsep lain seperti transaksi dan penjualan.
Definisi ini diajukan oleh American Marketing Association, dan tentu saja tidak cukup karena hanya menekankan aspek distribusi barang dan jasa ketimbang kegiatan pemasaran yang khusus.
Secara singkat, definisi dari American Marketing Association it tidak memberi gambaran yang lengkap tentang makna pemasaran, sehingga orang tidak paham fungsi-fungsi apa saja yang dicakup oleh konsep tersebut. Namun tentu saja makna pemasaran yang dirancang oleh American Marketing Association hanyalah satu definisi, dari sekian banyak definisi, tentang pemasaran yang bisa kita temukan.
Ada tiga pokok tugas yang berkaitan dengan manajemen, yakni:
Ø  Persiapan rencana, meliputi perancangan strategi umum yang berlaku bagi sebuah perusahaan.
Ø  Pelaksanaanrencana
Ø   evaluasi yang diadakan dengan cara menganalisa dan mengawasi pelaksanaan rencana. Biasanya pada akhir waktu pelaksanaan rencana muncul sebuah laporan yang dipakai untuk mengukur kemungkinan penyimpangan rencana sekaligus mengukur hasil yang telah dicapai.
Konsep Pemasaran dan Kaitannya dengan Manajemen Pemasaran
Dengan demikian, semua kegiatan perencanaan dan eksekusinya haruslah diarahkan untuk membuat tujuan ttersebut menjadi nyata. Meski orientasi pembeli menjadi sesuatu yang sulit ditebak, namun konsep ini perlu untuk dilaksanakan. Penjualan barang dan jasa bisa meningkat bila produsen:
Ø  Memproduksibarangyangmudahdirawat
Ø  Memproduksibarangyangmudahdibeli
Ø  Dan memproduksi barang yang mudah digunakan
Ketiga cara di atas tentu merupakan filosofi yang sederhana, namun dalam banyak hal dapat menunjang keberhasilan bisnis yang telah direncanakan. Terdapat tiga elemen pokok dalam konsep pemasaran, yakni:
Ø  Koordinasidanintegrasi
Ø  Jumlahpenjualan
Ø   Dan orientasi pembeli/pasar/konsumen.
`           ketiga pokok di atas, pembeli merupakan orientasi pertama, atau prioritas, dalam mata rantai pemasaran. Oleh karena itu konsep pemasaran harus mempraktikkan beberapa hal, termasuk:
1) Memilih strategi yang terbaik. Strategi di sini bisa menitikberatkan pada beberapa hal, misalnya harga yang murah, kualitas produk mumpuni, atau model inovatif dan menarik.
2) Penelitian konsumen harus dilakukan, gunanya untuk menafsirkan, menilai, sekaligus mengukurkeinginanmereka.
3) Menentukan produk yang dijual dan bagaimana merancang program pemasarannya.
4) Menentukan kebutuhan pokok pembeli dan sasaran yang ingin dituju.
4. Bagaimana Sistem Pemasaran Berlangsung
Sistem atau pola pemasaran erat kaitannya dengan manajemen pemasaran. Karena keterkaitan macam itu, ada beberapa faktor yang saling berinteraksi dan pada saat bersamaan saling bergantung satu sama lain. Adapun faktor-faktor tersebut adalah:
1) Produk tertentu (barang, ide, jasa, dan lain sebagainya) yang sedang/akan dipasarkan.
2) Organisasi tertentu yang melaksanakan tugas terkait dengan pemasaran produk
3) Para perantara perdagangan yang membantu mengelola arus barang/jasa. Mereka ini adalah agen pengangkutan, pedagang besar, pengecer, dan lain sebagainya.
4)Pasaryangditujuolehprodusen.
5) Demografi, teknologi dan persaingan dengan produsen lain, faktor budaya dan sosial, kondisi ekonomi, dan berbagai macam faktor lingkungan lainnya.
Sebagai sebuah sistem, pemasaran tergantung pada bagaimana keputusan manajerial diambil dengan mempertimbangkan kaitan antara kelima faktor di atas.
A.5. Peran Manajemen Pemasaran
 pemasaran merupakan proses manajerial dan sosial sekaligus, ada beberapa peranan penting di dalamnya, yang tidak hanya bertujuan untuk mengambil untung dari penjualan sebuah produk barang atau jasa, melainkan juga memnuhi kebutuhan konsumen melalui penawaran, permintaan, dan pertukaran nilai sebuah produk yang dihasilkan. Ada beberapa poin penting terkait dengan peran manajemen pemasaran:
1)      Permintaan: manajemen pemasaran berperan dalam menghitung akumulasi keinginan atau kebutuhan yang potensial untuk digarap sebagai ladang bisnis, misalnya: pendidikan, perumahan, makanan, dan lain sebagainya.
2)      Keinginan: manajemen pemasaran berperan dalam mengelola keinginan pada kondisi di mana ada permintaan yang spesifik, seperti: pendidikan tinggi, makanan bergizi, dan lain sebagainya.
3)      Kebutuhan: manajemen pemasaran berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, misalnya: makan, minum, pendidikan, pakaian, dan lain sebagainya.
peranan manajemen pemasaran yang tidak kecil, maka dalam lingkup tersebut dikenal beberapa istilah penting, seperti nilai (dibentuk dari perkiraan angka kepuasan konsumen), biaya (harga yang harus dibayar konsumen untuk sebuah produk), produk (ide, jasa, maupun barang konsumsi), pasar (tempat di mana orang melakukan transaksi), dan kepuasan (tingkat kepuasan konsumen terhadap sebuah produk).
 manajemen pemasaran berkembang dan menghasilkan beberapa konsep penting mengenainya, yakni:
1)Konsep produk: inovasi, kinerja, kualitas yang diburu konsumen.
2) Konsep produksi: produksi barang dalam jumlah banyak dan dengan harga murah.
3) Konsep pemasaran berorientasi pada masyarakat: yakni konsep yang ikut memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
4) Konsep pemasaran: mengacu kepada aktivitas pemasaran yang terorganisir.
5) Konsep penjualan: aktivitas promosi dan penjualan di mana terdapat laba yang yang diambil dari volume penjualan.
- See more at: http://ahlimanajemenpemasaran.com/2014/02/aspek-aspek-utama-dalam-ilmu-manajemen-pemasaran/#sthash.JRlXmjDI.dpuf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar