Puisi ayah karya: Rayhandi
Waktu berjalan begitu cepat
Menikam waktu dan kenangan yantg kugenggam bersama ayah
Bermain dengan puisi biru saat aku beku
Hilang kosong di tangan, raib.
Seandainya waktu sedikit tahu
Tahu bahwa hatiku teramat menyayangi ayah
Aku tidak akan kehilangan seperti ini
Seperti puisi kehilangan baris.
Kenangan begitu banyak berputar di otakku
Saat bermain hujan saat memancing
Kenangan itu masih menyatu dengan kenyataan
Kenyataan yang tiada berhenti mempermainkanku.
Ingatkah wahai ayah
Duu ketika kau masih bernafas di balik nyata
kau selalu mengingatkanku tentang kesabaran
kesabaran yang sampai detik ini masih kusimpan teguh dalam hati.
Tapi sekarang semuanya berubah
Semuanya hanya tinggal bangkai cerita
Yang suatu hari nanti akan ku kubur di bawah pohon jarak
Kutabur ia dengan doa.

Selamat Jalan Ayah
Puisi ayah karya: Rayhandi
Selamat jalan ayahku tercinta
Lelaki miskin berhati kaya
Lelaki yang tiada pernah menangis di depan anak anaknya
Lelaki yang selalu menjadi bahu untuk bersandar kerapuhan anak anaknya.
Selamat jalan ayahku tercinta
Sungguh demi apapun kepergianmu masih menyakitkan
Menyisahkan luka yang tiada mau sembuh
Meninggalkan kenangan yang tiada habis.
Selamat jalan ayahku tercinta
Di sini, di gundukan tanah ini
Aku masih memegang teguh kalimatmu
Kalimat yang seharusnya menguatkanku dari duka ini.
Selamat jalan ayahku sayang
Disana semoga engkau bahagia
Semoga allah memasukkanmu ke dalam jannahnya
Sama seperti yang kau inginkan dulu bukan?
Selamat jalan ayahku sayang
Aku selalu ada disini untukmu
Di dunia fana ini kita menulis banyak cerita tentang kita yaitu ayah ibu aku dan adik adik
Masih ingatkah dikau ayah?
Selamat jalan ayahku sayang
Doaku masih menjadi angin subuh
Terbang melayang menembus hijab
Hilang di telan malam hitam.
Selamat jalan ayahku sayang
Pelangi yang dulu kau bilang sekarang muncul
Tepat di kaki langit kulihat ia
Warnanya tidak seindah dulu, sedikit buram kelam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar